Kewalahan syukur

Alhamdulillah, rasanya sudah lama sekali aku hampir melupakan blogku ini. Tapi sekarang aku mencoba menyempatkan diri untuk menulis… Ahh rindu sekali rasanya.

Oya aku belum cerita ya, sekarang aku dan suami sudah dikaruniai anak yang sangat lucu dan menggemaskan. Ya aku sangat mencintainya. Bener2 ga bisa dideskripsikan rasanya itu luar biasa menjadi seorang ibu. BIarpun rasanya lelah hati, pikiran, dan badan. Tapi ketika melihatnya semua itu hilang. Aku sangat bahagia yaAllah… Apalagi sekarang ia sudah bisa menciumku, memelukku, ingin bermanja2 , dan ingin diperhatikan olehku. Ada rasa ingin selalu dibutuhkan olehnya. Itulah yang membuatku kuat, dan terharu. Yah panjang rasanya jika diceritakan perasaanku…

Kali ini aku ingin bercerita tentang rasa syukurku…. Alhamdulillah pernikahan kami sudah 3 tahun, dan menuju ke 4 tahun… Semoga selalu diberi kebahagiaan, kebarokahan, sakinah, mawadah, warahmah. Banyak sekali yang sudah kami lalui selama ini. Tentunya ada suka dan duka, ada tawa dan tangis, ada kebahagiaan dan kesedihan. Semua saling melengkapi… Karena bersama kesulitan, selalu ada kemudahan…

Dan sekarang aku sedang mengandung anak kedua kami. Alhamdulillah… Bertambah lagi kebahagiaan kami. Meskipun rasanya berbeda dengan anak pertama. Karena yang aku sayangkan, aku tidak bisa full menyusui anak pertamaku. Disitu kegalauan terjadi… Antara memberi kasih sayang pada anak pertama, dan menjaga kandunganku. Aku merasa sangat bersalah pada anak pertamaku, karena tidak bisa full memberikan asi pada anak pertamaku. Tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa. Aku harus mulai belajar membagi kasih sayang antara keduanya. Aku akan menyayangi keduanya… Meskipun hamil kedua, aku agak sedikit cuek. Karena perhatianku banyak terfokus pada si kakak yang sedang aktif2nya. Tapi mudah2an semua baik2 saja. Aku dan kandunganku selalu diberi kesehatan dan kekuatan sampai melahirkan. aamiin.

Aku merasa kewalahan syukur, karena begitu banyak kasih sayang Allah padaku, pada keluargaku. Aku memiliki suami yang sangat bertanggung jawab, tak ingin membuatku sedih, dan selalu berusaha menguatkanku. Aku memiliki anak yang lucu dan menggemaskan. Yang benar2 membuat hidup kami lebih berwarna. Sekarang kami diberi rezeki dan amanah lagi dengan kehamilanku yang kedua. Dan alhamdulillah pada kehamilan pertama kemarin, kami sudah memiliki rumah sendiri. Meskipun saat ini belum kami tempati. Karena suami masih enggan meninggalkan amanah disini. Aku pun agak berat juga. Karena disinilah kami memulai pernikahan dan kehidupan kami. Disinilah kami banyak mendapat kebarokahan. Kami bisa lebih dekat dengan mesjid, lebih mudah dalam beribadah dan mengaji. Yah hidup itu pilihan…

Disini kami juga merasa memiliki keluarga, dengan santri2 dan guru2 pondok yang penuh kekeluargaan. Tapi dengan berat hati suatu saat, kami akan menempati rumah kami. Memulai lembaran dan kehidupan baru. Dan mudah2an Allah akan selalu memberi kebarokahan untuk kami.

Selama ini kami berdua berusaha berjuang bersama, saling mendukung dan memotivasi. Kelihatannya terlihat mudah ya? Tapi di dalamnya penuh dengan keringat, air mata, dan juga kebahagiaan. Ada rasa bahagia ketika apa yang kita perjuangkan akhirnya terwujud. Dan itulah yang membuat pasangan bisa kompak. Karena kita merasakan susah dan senang bersama.

Dari awal pernikahan kami sudah membuat peta impian kami, diantaranya ada anak, rumah, mobil, haji, kuliah ke luar negeri, dll. Alhamdulillah sudah ada impian kami yang terwujud. Dan luar biasa lho, kami yang menempel foto seorang anak yang dulu kami impikan, dan sekarang sudah lahir. Ternyata mereka memiliki kemiripan. hihi… Dan semoga impian lainnya akan segera terwujud yaAllah. aamiin

Jalan kami masih panjang, masih banyak yang akan kami lewati. Semoga Allah selalu menguatkan kami, memudahkan jalan dan perjuangan kami, selalu melindungi kami dari rintangan dan cobaan, bisa selalu kompak, rukun, saling mendukung dan mencintai, sakinah, mawadah, warohmah. aamiin.

YaAllah bantulah kami… Kuatkan hati kami, kuatkan dan sehatkan fisik kami, kuatkan juga iman kami, permudahlah semuanya, lindungi kami dari segala gangguan dan godaan syetan, berilah kebahagiaan untuk keluarga kami, berilah kerukunan dan kekompakan pada kami, berikan cinta dan kasih sayang pada kami, jadikah kami keluarga sakinah, mawadah, warahmah. aamiin.

One thought on “Kewalahan syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s