Antara pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan

Belakangan ini saya tergelitik untuk membahas hal ini. Ahhh kuping saya rasanya ngiung ngiung deh… Gatel rasanya. Bukan karena ada binatang yang masuk ke telinga….

Saya cuma ingin membahas tentang pengalaman saya saja. Karena banyak sekali orang-orang yang mempersoalkan, ngapain sih nikah cepet2? Mendingan nikmatin dulu masa muda kita…. Atau masih banyak lho yang mesti dipikirkan daripada nikah muda…

Bahkan pernah ketika saya lagi pengantin baru. Lagi anget2nya tuh. Saya berkata, Nikah itu nyesel lho, nyesel kenapa ga dari dulu. Sebenernya saya cuma berpikir untuk menggambarkan nikmat menikah yang sangat sangat banyak. Mulai dari nikmat pahala yang berpuluh kali lipat, nikmat diberikan kasih sayang dan perhatian, dan lain sebagainya. Tapi ga nyangka lho ada yang protes dengan kata-kata saya. Nanggepinnya serius banget. Terutama yang belum pada nikah. hihi. Padahal saya cuma pengen bikin mereka mupeng…. :p Karena ternyata beberapa orang punya prinsip yang berbeda tentang menikah. Ada yang ingin menyegerakan ada juga yang ingin menunda lebih dulu. Setiap orang berhak punya pendapat dan pandangan yang berbeda. Sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing. Bahkan ada yang ingin sekolah yang tinggi dulu, S2 atau S3 misalnya. Baru mereka siap menikah. Dan ada juga yang ingin mengejar karir lebih dulu. Ahh kenapa ya rasanya hatiku terketuk untuk menulis tentang ini.

Hihihi…. Jujur aja, dari dulu saya adalah pendukung pernikahan di usia muda. Ya sejak SMA, bahkan saya sudah berpikiran seperti itu. Bahkan sejak SMA, udah dijodoh-jodohin aja. Tapi waktu itu mikirnya nikahnya ya ga abiz lulus SMA juga. Setidaknya bisa mengenyam pendidikan kuliah lebih dulu. Kenapa saya dukung banget menikah di usia muda?  Yang pertama karena saya menyadari bahwa jomblo itu “rawan”. Yah rawan sekali. Rawan dengan pelanggaran, rawan dengan fitnah dari sekeliling kita, terutama dari gosip di sekitar kita, rawan diomongin, rawan digodain, pokoknya rawan banget deh. Apalagi kemana mana kita sendirian. Itu rawan banget. Dan punya temen lain jenis dikit, udah digosipin macem-macem. hihi. Ini yang ngomongin emang biang gosip atau tukang fitnah ya. Belum lagi ditambah godaan-godaan di sekitar kita, yang terkadang bikin risih. iya kan? Tapi yasudahlah, intinya jomblo itu rawan. Makanya saya berpikir untuk menjaga diri saya. Menjaga agama saya, dan menjaga saya dari pelanggaran.

Ditambah lagi pengetahuan dan pemahaman agama yang semakin meningkat. Menambah keyakinan saya untuk menikah di usia muda. Bahwa ternyata menikah itu banyak sekali pahalanya. Yang pertama saat kita salaman sama suami, maka gugurlah dosa-dosa kita. Bayangin… itu aja udah nikmat yang luar biasa. Ditambah lagi, saat kita sholat pahala kita jadi bertambah 82 kali lipat dibandingkan orang yang tidak menikah. Belum lagi ditambah kalo kita sholat jamaah bareng suami, coba aja hitung sendiri 27 dikalikan 82 kali lipat. Ahhh ga kebayang deh itu banyaknya. Masih nambah lagi ketika kita jadi istri yang toat pada Allah, Rasul, dan suami. Kita udah dijamin masuk surga. Subhanallah khan….. Apalagi kita bisa menyenangkan hati suami. Ridhonya suami, ridhonya Allah. Suami adalah pembimbing kita untuk masuk surga. Dan masih banyak lagi nikmat-nikmat yang lain, yang tak terhitung. Nah banyak banget khan kebaikan yang kita dapatkan saat menikah. Yang namanya kebaikan bukankah sebaiknya disegerakan?

Dan juga saya berpikir, dengan menikah saya akan belajar lebih bertanggung jawab lagi. Untuk diri saya pribadi, maupun keluarga saya nantinya. Saya juga ingin sekali ada seseorang yang selalu mendampingi saya, menasehati saya, mengingatkan saya saat saya salah, memberi semangat untuk saya dalam hidup dan juga untuk beribadah kepada Allah, mendewasakan saya, dan menjadikan saya pribadi yang lebih berkualitas.

Dan saya pikir-pikir menikah muda itu banyak manfaatnya. Bikin kita tambah dewasa, tambah cerdas, tambah pengetahuan, pengalaman, tambah-tambah yang baik baik deh. Dibandingkan sebelum menikah. Kemungkinan kalo saya belum menikah sekarang ini. Mungkin saya lagi kerja, kemana-mana sendiri, lagi galau-galau sendiri, masih dalam jalur “rawan”, gajian buat seneng2 sendiri mungkin, dan lain sebagainya.

Meskipun dulu sempet punya pikiran pengen kuliah yang tinggi dulu, terus punya kerjaan yang keren dan mapan. Semua udah punya dulu. Tapi makin lama, sepertinya itu jadi sesuatu yang bukan prioritas lagi. Karena saya lebih ingin mementingkan akhirat saya, dibandingkan dengan dunia semata. Ya dengan menikah, hati merasa jauh lebih tentram dan nyaman. Saya lebih ingin menjaga dan menyempurnakan agama saya. Soal pendidikan yang lebih tinggi, insyaAllah bisa menyusul. Soal pekerjaan, saya ternyata lebih bahagia ketika saya melayani suami saya. Dibanding dengan atasan saya. hehe. Tapi bagaimanapun, mungkin saya akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion saya. Anyway saya lebih senang mempekerjakan daripada dipekerjakan. Jadi pengennya jadi pengusaha aja ya. Dan jadi nyonya rumah. Apalagi sebentar lagi mau punya baby nih insyaAllah. Jadi pengen mendidik dan memelihara anak dengan baik. Menjadikan ia anak yang sholeh-sholehah. Semoga bisa berproses menjadi seorang istri dan ibu yang lebih baik lagi. aamiin.🙂

Alhamdulillah bahagianya sekarang saya sudah terjaga dan bisa menyempurnakan agama saya… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s