Bedanya penjual sama pengusaha…

Assalamualaikum… “Selamaaat Pagiii Lela…..” —> Walaupun, siang, sore, malam, mereka bakal bilang selamat pagi, menunjukkan semangat yang masih fresh. Nah pernah denger slogan ini ga? Yupp benar sekali. Ini adalah slogannya lele “LELA”. hehe…. Yang pemiliknya Rangga Umara itu lho. Dia adalah salah satu pengusaha yang berhasil mengembangkan usaha LELE nya, menjadi banyak cabang dengan berbagai masakan Lele….

Oke kali ini saya tidak akan membahas si “Pecel lele Lela” itu…Jadi saya akan membahas tentang penjual dan pengusaha.Hmm, pasti bosen khan isi blog saya isinya cuma curhatan2 tentang kehidupan pernikahan. Nah, kali ini saya mencoba untuk menulis tentang apa saja. Pengetahuan, kesehatan, sains, entrepreuner,dunia wanita, dan lain-lain.

Jadi ceritanya gini, waktu itu sebenarnya saya iseng mau bikin kuliah tweet. (sok2an udah kaya motivator. hihi….) Jadi dengan segala kesoktahuan saya. Saya ngetweet, “ternyata jualan sama bisnis itu beda lho.” wkwkwk…. (padahal sih sama sebenernya). Jadi saya dan suami pernah main n ngobrol sama seorang pengusaha. Yang kebetulan kita juga pengen hunting rumah. Kebetulan si bapak ini adalah pengusaha property jg. Dan ternyata usahanya banyak. Bukan cuma property, tapi juga makanan organik. Sedikit cerita, intinya bapak ini yang suka mengurus segala urusan pembangunan di daerah. Mulai dari mesjid, perumahan, sekolah, dan lain-lain. Eh kita diprospek n diajarin cara jadi pengusaha.

Dan dari hasil tweet saya itu, ada yg respon. hehe…. Ternyata eh ternyata saya lupa, kalo maksud saya itu bukan jualan sama bisnis yang beda. Karena jualan itu juga termasuk bagian dari bisnis. Yang beda itu adalah penjual sama pengusaha. Nah, apa sih bedanya???

Pernah liat ga pedagang di pinggir jalan. Yang suka jualan martabak, bakso, somay, dan lain-lain. Dari jaman dulu sampai sekarang mereka tetap berjualan di situ-situ aja. Ga ada yang berubah. Itu karena mereka, sehari-harinya ya berjualan aja. Jiwa pedagang adalah berdagang atau berjualan sebanyak-banyaknya untuk meraih keuntungan.

Ciri sosok pedagang:

  • Tak mau rugi dahulu untuk meraih keuntungan yang besar
  • Tak berani mencoba hal baru, takut untuk merubah pasar
  • Merasa cukup dengan hasil jualan saat ini
  • Tidak terpikir taktik baru, ide baru, atau memperluas jaringan usaha yang dijalankan

Nah kurang lebih pedagang-pedagang yang sering kita temui di pinggir jalan itu ya jiwanya, jiwa pedagang. Seseorang memutuskan untuk membeli produk dari hulu dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi di hilir rantai distribusi maka itulah kegiatan perdagangan, dengan pelakunya disebut pedagang. Di antara dua kegiatan membeli dan menjual itu bisa pula diselipkan kegiatan yang berupa pemberian nilai tambah kepada produk tersebut. Sehingga misalnya dari bahan mentah menjadi bahan baku, atau dari bahan baku menjadi bahan jadi.

 

Sekarang bagaimana dengan sosok PENGUSAHA?

Seorang pengusaha adalah yang memikirkan visi ke depannya, bagaimana mengembangkan usaha yang dijalaninya. Inilah yang membedakannya dengan seorang pedagang. Ia tidak hanya puas dengan memiliki satu toko atau lapak saja, tapi terus mengembangkannya. Inilah juga yang membedakan Pak Made pemilik “Burger Edam” dengan temannya sesama pedagang keliling. Ketika Pak Made sudah jadi pengusaha sukses, temannya dulu masih saja jadi pedagang keliling.

Seorang pengusaha punya bisnis yang bahkan bisa berjalan tanpa kehadirannya. Sementara seorang pedagang tidak akan mendapatkan uang apabila ia tidak berdagang. Di sini berarti perbedaan lainnya adalah pada sistem. Seorang pengusaha akan membangun suatu sistem yang membuat usahanya terus berjalan dan berkembang semakin besar. Dalam sistem itu termasuk berbagai aspek seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi, distribusi dan sebagainya.

Ciri sosok Pengusaha:

  • Jiwa pengusaha, selain berjualan ia mempunyai TARGET yang harus dicapai yang akan memicu semangat diri untuk dituangkan ke dalam berbagai macam IDE.
  • Jiwa pengusaha selalu menekankan kebutuhan masa depan
  • Memikirkan bagaimana caranya memperluas jaringan usaha yang dijalankan
  • Berani mencoba cara baru, unik, teknik baru dan IDE BARU
  • Jadi walau dimulai dengan modal yang kecil, OMSET yang kecil. Namun, dengan jiwa pengusaha, tidak heran akan menjadi suatu USAHA dengan OMSET BESAR.

 

Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pengusaha, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang belaka. Itu karena ia selain tidak memiliki visi dan tidak mampu membangun sistem bisnis, juga kurang bisa mengoptimalkan potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan perdagangannya. Apakah dengan menjadi pedagang tidak bisa sukses? Tentu bisa. Tapi ia harus fokus. Biasanya pedagang hanya punya satu bidang usaha saja. Misalnya kita tahu ada juragan emas atau pedagang besar beras. Ia jelas tidak berminat mengembangkan usahanya ke bidang lain karena dari situ saja ia sudah sangat tercukupi secara materi.

So, kira-kira jelas ya bedanya pedagang dan pengusaha?

Nah, coba pikirkan lebih dalam lagi deh sosok yang manakah kamu…?

Pedagang atau Pengusaha?

Tentukan pilihanmu…. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s