Our Life After Marriage

I think this is a miracle. Yes we can survive and reach our dreams….

Ya hidup kami setelah menikah. Ada banyak sekali keajaiban yang terjadi pada kehidupan kami. Dulu sebelum kami menikah, aku agak sedikit ragu tentang bagaimana kehidupan pernikahan kami nantinya. Hanya satu yang membuatku yakin. I have Allah…

Niat kami menikah untuk menjaga diri dari pelanggaran, menyempurnakan agama kami, saling memotivasi cita-cita kami. Kami berpikir, masing-masing dari kami memiliki potensi dan kami percaya akan pertolongan Allah. Jadi apa yang mesti dikhawatirkan. Yah dengan pandangan kami ini mungkin ada sedikit pro dan kontra dari orang-orang sekitar kami. Loh masih kecil kok nikah? Atau emang udah punya apa? Memang punya kerjaan apa? Memang udah bisa bahagiain orangtua? Dan lain sebagainya.

Sebenarnya kami bisa saja menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Yang kami punya cita-cita yang besar, ilmu dan potensi, kami juga memiliki Allah yang akan selalu menolong hambaNya. Kami memiliki motivasi yang besar. Setidaknya sekarang ini kami sedang mengembangkan potensi  diri kami. Lalu kami buktikan apa yang terjadi setelah menikah….

Kehidupan kami berubah drastis… kami yang sejak awal menikah ingin hidup mandiri bisa segera terwujud. Oh ya impian-impian aku di tahun ini banyak banget yang terkabul lho. Yang pertama aku ingin lulus kuliah, dan juga menikah dengan seseorang yang aku impikan. Keduanya merupakan hadiah yang terindah buatku. Apalagi aku mendapatkan kado terindah dari Allah. Yaitu aku memiliki suami yang sangat baik, sholeh, paham agama, pengertian, dan perhatian. Persis seperti yang aku minta sama Allah. Yah karena aku memindset pikiranku bahwa aku akan mendapatkan suami yang baik, sholeh, paham agama, pengertian, dan perhatian. Ternyata memang itu terjadi. Alhamdulillah ya Allah. Meskipun sebelum menikah, aku belum tahu secara pasti bagaimana kepribadian calon suamiku itu. Tapi aku hanya berkhusnudzon pada Allah bahwa jika memang ia yang terbaik untukku, maka kami berjodoh. Jika tidak baik, maka kami tidak akan berjodoh. Aku percaya itu, karena laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula. Daaan amazing itu benar-benar terjadi.

Awal menikah kami memang memulai semuanya dari nol. From zero. But I’m sure it will be hero. Kami belum memiliki apa-apa. Gelas atau piring pun saja tidak punya. Dari rumah orangtuaku akhirnya kami pindah ke sebuah rumah. Herannya kami bisa langsung mendapatkan rumah. Kebetulan suamiku bekerja untuk sabilillah sebagai guru pondok maka diberi fasilitas rumah disini. Hitung-hitung untuk amal sholeh. (tidak bermaksud riya’ hanya menceritakan pengalaman kami). Tapi di luar itu suami melanjutkan kuliah S2 sambil kerja sampingan bisnis dan privat. Dan aku bekerja di sebuah bimbingan belajar. Yang aku pikir tepat sebagai seorang istri. Karena paginya aku bisa mengurus rumah dan suami. Siang sampai sore aku mengajar. Dan gaji yang aku dapatkan pun lebih dari cukup Alhamdulillah. Aku pikir saat ini gaji sebagai guru bimbel lebih besar dibandingkan dengan jadi guru di sekolah yang terkadang bekerja sampai seharian.

Oke beberapa bulan ini, sedikit demi sedikit kami bisa mengisi barang-barang kebutuhan kami di rumah. Awalnya kami hanya memiliki kasur. Kemudian bertambah entah darimana. Sekarang sudah ada televisi, kulkas, lemari, rak piring lengkap beserta peralatan memasak, kompor gas, dan lain-lain. Aku rasa untuk sekarang sudah cukup. Kami memang pasangan yang suka menabung dan bekerja keras. Apapun pemasukan dan pengeluaran kami masukan dalam daftar buku.

Daaaan kebetulan suamiku bercita-cita ingin sekali menjadi trainer atau motivator. Aku akui ia memang jago sekali dalam memotivasi orang lain, ia paham betul mengenai psikologi seseorang. Nah sekarang ini ia benar-benar menjadi seorang trainer. Yang salarynya itu ga bisa dibayangkan sebelumnya deh. Alhamdulillah ya Allah. Dari cerita dan pengalaman ini sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan. Bahwa jangan ada rasa takut atau ragu untuk menikah. Jika yang dipikirkan adalah masalah keuangan, ingatlah bahwa Allah itu Maha Kaya. Maka mintalah pada Allah.

Jika aku renungkan, banyak sekali kebahagiaan yang aku dapatkan setelah menikah. Dan aku teringat sebuah dalil, “mencarilah rezeki lewat menikah”. Kalau dipikir secara nalar manusia, memang impossible rasanya. Tapi Allah itu selalu menolong hambanya yang meminta pertolongan padaNya dan percaya padaNya. Bayangkan saja setelah menikah banyak keistimewaan yang kami dapatkan, aku dan masku mudah sekali mendapatkan pekerjaan, rezeki kami pun mengalir dan berlimpah, kami langsung mendapatkan tempat tinggal, gratis pula. Kami juga tinggal di lingkungan pondok pesantren, yang membuat kami lebih dekat untuk mengaji. Masku juga bisa mendapatkan beasiswa S2. Sedikit demi sedikit kami mulai mengembangkan potensi dan cita-cita kami. Kami bisa saling memotivasi satu sama lain. Dan masih banyak keistimewaan lainnya. Alhamdulillah ya Allah atas beribu nikmat yang Engkau berikan pada kami.

Semoga kami berdua akan terus bisa mencapai cita-cita kami. Kami bisa berangkat haji bersama keluarga, dan mengembangkan ilmu, potensi, dan bisnis kami. Kami juga bisa meraih kesuksesan dunia akhirat. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s