Be a Wife (part 1)

Waaaaaaah kadang-kadang suka ga sadar kalo aku statusnya udah jadi seorang istri. hehe. Sungguh terlalu ini sih.

Ada senengnya, ada dukanya, rasanya manis, asem, asin deh pokoknya.

 

Setelah menjalani hari-hari sebagai seorang istri. Ternyata baru sadar ada hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Nah sebelum kita membicarakan tentang hak, ada baiknya kita memenuhi kewajiban terlebih dahulu.

Istri atau WIFE, dalam Bahasa Inggris, mempunyai kedalaman arti yang tidak hanya dipandang sebagai pendamping suami, tetapi lebih dari itu, dan mempunyai beban dan tanggung jawab yang berat pula.

Mari kita runut satu persatu makna dari kata WIFE tersebut:

Pertama adalah huruf “W” adalah “washing” yang artinya adalah “mencuci“; yang kedua adalah “I” yaitu “ironing” yang artinya “menyeterika“; lanjutnya adalah “F” yaitu “feeding” artinya “memasak dan menyiapkan makanan“; dan yang terakhir “E” adalah “entertaining” berarti “hiburan” atau “menghibur” atau untuk kepentingan relaksasi psikhis. Wah kasian ya jadi istri.

Tugas yang diemban sangat berat. Begitu beratnya tugas yang diembannya, maka Khalifah Umar bin Khatab (Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash Shidiq) yang terkenal tegas dan pemberani saja selalu diam ketika istrinya marah, bukan karena takut atau tidak berani kepada istrinya tetapi beliau berusaha maklum dan mengerti, dan membiarkan istrinya untuk meluapkan kekesalannya.

Sekelumit makna kata “WIFE” memberikan sebuah deskripsi yang luar biasa akan beratnya tanggung jawab seorang istri dalam mengurus rumah tangganya, demi anak-anaknya dan suaminya. Di situ pulalah termaktub sebuah pengabdian yang luar biasa dari seorang wanita ketika sudah berstatus sebagai istri, maka tidaklah mengherankan apabila Rasulullah SAW menyebutkan bahwa “surga berada di bawah telapak kaki ibu”.

Kata “WIFE” juga seharusnya menjadi sebuah refleksi bagi para suami dan juga bagi para calon suami akan tugas dan tanggung jawab masing-masing individu di dalam sebuah rumah tangga, dan tidak sepantasnyalah bagi para pasutri untuk merasa unggul satu sama lain dikarenakan oleh tugas dan tanggung jawabnya tersebut. “WIFE” memaknai sebuah kehidupan rumah tangga untuk bisa saling bersinergi dalam menjalankan amanah Alla SWT.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s