Pengen slalu jadi pengantin baru?

Setelah merasakan pengalaman jadi pengantin baru.  Hmm, rasanya itu selalu pengen jadi pengantin baru. Selalu bisa mesra sama pasangan, meskipun nantinya udah keriput jadi kakek nenek. (Yang belum jadi pengantin maaf ya kalo tiba2 pengen cepet2 nikah :p).

Eh, tapi mungkin nggak ya rasanya itu masih sama seperti pengantin baru, setelah bertahun-tahun usia pernikahan. Saya dan suami sering membicarakan hal ini. Tapi menurut saya suasana seperti pengantin baru itu bisa selalu kita ciptakan. Dan sepertinya rasa cinta saya pada suami itu akan semakin bertambah kini, nanti, dan selamanya. aamiin. Masku juga kan ya… :))

Ketika banyak suami istri tidak lagi merasakan kebahagiaan karena merasakan kebosanan, ternyata ada suami istri yang mampu mengelola kehidupan rumah tangganya agar suasana berumah tangga selalu seperti pengantin baru.

Lalu bagaimana caranya agar pengantin lama tetap merasa sebagai pengantin baru? Oke, langsung aja kita bahas yuk, langkah apa saja yang harus ditempuh oleh pasangan muslim:

1. Memperbaharui niat dan komitmen
Bisa dikatakan, inilah poin paling utama dari kunci kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Jika niat suami istri ketika menikah adalah niat yang ikhlas –memenuhi panggilan Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, menjaga diri, memelihara kehormatan, menyalurkan “potensi” secara halal, melahirkan generasi Islami- maka lamanya pernikahan takkan membuat maknanya berkurang.

Banyak pasangan yang bermasalah karena niat awal menikah sudah bermasalah. Maka yang menjadi orientasi utama adalah kecantikan, ketampanan, tubuh yang seksi, harta, dan sejenisnya. Begitu lewat beberapa tahun kecantikan memudar, wajah tak lagi rupawan, tubuh yang seksi berubah gendut, harta berkurang… ketika alasan itu tiada, lenyap pula cinta.

Niat dan komitmen-lah yang menjelaskan mengapa orang tua dan kakek nenek kita enjoy dalam menjalani kehidupan rumah tangga, sangat berbeda dengan pasangan generasi hari ini yang sering dilanda kasus perselingkuhan hingga cerai. Naudzubillahimindzalik…

2. Selalu belajar memahami pasangan
Semakin lama berumah tangga semestinya membuat kita semakin mengenal dengan lebih dalam siapa suami atau istri kita. Bagaimana karakternya, apa kesukaannya, apa yang tidak disukainya, dan sebagainya.

Dengan pemahaman yang lebih komperehensif itu semestinya kita juga lebih mudah membuat pasangan bahagia, sekaligus lebih mencintai kita. Yang sangat disayangkan, banyak orang yang egois untuk menang dengan mengalahkan orang lain, termasuk pasangan. Artinya, kita sering ingin dipahami tetapi kita tidak mau memahami. Kita ingin dicintai tetapi tidak berusaha mencintai. Kita ingin bahagia tetapi tidak berusaha membuatnya bahagia.

Mengapa kita tidak memulainya dari diri kita. Percayalah, ketika kita mencintainya dengan tulus, “gelombang” itu akan mengundang resonansi yang membawa cinta sama.

3. Selalu belajar berkeluarga lebih baik dan lebih mesra
Belajar bisa melalui pengalaman, pelatihan, atau membaca. Semakin banyak ilmu berkeluarga yang kita pelajari, insya Allah semakin banyak bekal kita. Sebagai orang iman tentunya kita sering mendapatkan nasehat bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga. Banyak belajar ilmu Quran Hadits agar kehidupan berumah tangga selalu rukun dan terjaga. Belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman juga diperlukan untuk menambah kemesraan suami istri.

Banyak kasus rumah tangga terjadi karena kurangnya komunikasi dan perhatian. Seorang konsultan keluarga bercerita bahwa sejumlah kasus perselingkuhan di awali oleh timbulnya kesepian. Merasa kesepian karena suami/istrinya jarang di rumah, lebih mengutamakan karir atau alasan lain. Di saat dibutuhkan ia tiada. Di saat perlu bicara tak ada yang mendengarkan. Di saat kedingininan, selimut itu hilang entah ke mana. Dari sana segalanya bisa bermula.

4. Menjaga kualitas “hubungan” dan menciptakan variasi
Kadang sebagian istri tidak peduli dengan betapa monotonnya malam mereka. Apalagi ditambah dengan tampilan yang apa adanya. Bukan berarti suami yang seperti itu tidak ada. Bisa-bisa juga sama, atau lebih banyak. Karenanya suami istri perlu memperhatikan dirinya sendiri; tubuhnya, penampilannya, baunya, dan seterusnya. Bukankah Rasulullah pernah memberi solusi kepada seorang sahabat untuk merawat penampilannya dan solusi itu mencegahnya dari perceraian? Seperti itulah seharusnya.

Dengan demikian, olah raga itu penting. Menjaga makanan sehat juga penting. Memakai parfum saat bersama suami/istri itu penting. Memilih pakaian di waktu malam juga penting. Sering orang melakukan hal terbalik. Ketika berada di luar rumah luar biasa rapi, namun ketika berduaan dengan suami/istri tampil acak-acakan.

Menjaga kualitas “hubungan” dan menciptakan variasi-variasi dalam melewati malam merupakan kunci lain agar merasa seperti pengantin baru. Untuk alasan itu, ternyata ada suami istri yang membeli “baju tidur” lebih mahal dari jubah atau gamisnya. Dan ternyata tips itu cukup mujarab menstimulasi mereka merasa seperti pengantin baru.

5. Berdoa
Ini poin yang sangat penting, tidak tergantikan.

“Ud’uunii aatajib lakum.” Berdoalah kepadaKu niscaya Kukabulkan, demikian firmanNya.

Termasuk dalam urusan rumah tangga, berdoalah. Sebut nama dia yang kau cinta dalam doa, lalu perhatikan efeknya!

Demikian beberapa poin yang perlu dilakukan agar selalu seperti pengantin baru. Tentu, masih banyak poin lain di luar yang lima itu. Semoga selalu jadi seperti pengantin baru. Dan selamat jadi pengantin baru. ^_^

2 thoughts on “Pengen slalu jadi pengantin baru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s