Cita-cita

Ketika membicarakan sebuah cita-cita. Tiba-tiba teringat bayangan masa lalu. Ketika saya kecil, cita-cita itu rasanya banyak terpatri dalam otak saya. Suatu cita-cita adalah cara manusia untuk mematut harga untuk dirinya sendiri. Menurut saya cita-cita itu berhubungan dengan suatu keidealismean. Setiap manusia memiliki cita-cita. Tidak hanya satu, bahkan mungkin dua atau lebih. Idealnya, seseorang akan bercita-cita setinggi langit, karena setiap orang menginginkan penghargaan setinggi-tingginya. Bukan sekedar dari orang lain tentu saja, tapi lebih kepada pembuktian pada diri sendiri..

Dan ketika saya flashback, ternyata saya memiliki berbagai cita-cita yang rasanya belum semua terwujud. Ada yang mungkin akan terwujud dan ada pula yang belum bisa terwujud. Ya semua cita-cita itu ternyata ada metamorfosisnya. Seperti yang pernah saya tulis juga pada blog saya yang satu lagi. “Menggambar cita-cita”. Ketika kecil pastilah setiap anak, memiliki cita-cita yang begitu tinggi. Semakin besar, maka cita-citapun akan semakin mengkerucut sesuai dengan bidang yang kita geluti saat ini. Lalu setelahnya semakin menyempitlah cita-cita kita.

Dulu, saya bercita-cita menjadi seorang dokter yang bisa mengobati banyak orang. Tapi itu tidak bertahan lama. Ketika saya kelas 5 dan 6 SD, saya memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek. Karena saya suka sekali menggambar. Dan saya suka sekali melihat rumah yang indah. Setiap rumah yang saya lihat, lalu saya ekspresikan dalam bentuk gambar. Dan ternyata sampai saat ini pun saya masih memimpikan menjadi seorang arsitek dan design interior. Kemudian, karena memang saya hobi sekali menggambar. Dan melihat-lihat film kartun juga buku-buku anak. Saya pun berkeinginan menjadi seorang designer. Kenapa designer? Karena saya suka melihat model-model baju yang bagus. Yah, saya cukup menyukai fashion. Dan mungkin sampai saat ini pun saya suka melihat model-model baju terbaru dan unik. Jadi buat para wanita yang suka dengan fashion. Tetap bisa fashionable, tapi juga harus tetap menutup aurat dan berpakaian secara islami. Dan janganlah berpakaian seperti orang-orang jahiliyah. Karena kamu termasuk kaum tersebut, jika menyerupai mereka.

Nah, setelahnya… Karena saya hobi sekali membaca buku dan juga menulis. Maka saya berkeinginan untuk menjadi seorang penulis atau novelis. Akan tetapi entah kenapa semakin dewasa, saya kurang bisa menulis mengenai karakter seseorang. Dan kurang bisa menunjukkan intuisi saya. Yupz, saya lebih berpikir dengan logis dan menyukai hal-hal yang berbau ilmiah dan juga penelitian. #metamorfosis *berdoa

Akhirnya saya suka dengan dunia sains, dan berkeinginan menjadi seorang ilmuwan atau seorang dosen (guru besar). Berkecimpung dengan dunia hitung menghitung (matematika), sangat mengasyikan bagi saya. Matematika mengalihkan duniaku.🙂

Entah darimana asalnya, saya nyemplung di dunia kimia. hoho…. Alhamdulillah, bersyukur dengan dunia kimia dan pendidikan. Karena sebenarnya dari kimia kita bisa mempelajari apa saja. Dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Ada fisika, biologi, dan matematika. Bisa dikatakan kimia adalah pusat dari sains. Alias kompliitt…..

Daaaan eng ing eng, satu-satunya cita-cita saya yang terwujud adalah menjadi seorang guru. Seorang guru adalah seorang public figure. Ia selalu diikuti oleh murid-muridnya. Menjadi guru tidak semudah yang kita bayangkan. Kita memiliki banyak anak untuk kita didik, kita bimbing, dan kita ajarkan. Nah, ilmu yang kita ajarkan juga tidak boleh salah dan asal-asalan. Karena ilmu ini akan tertanam pada sang anak selamanya. Hal yang menyenangkan menjadi seorang guru adalah kita bisa melihat perkembangan sang anak. Dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa. From zero, semoga bisa menjadikannya “hero”. Hal yang selalu menyenangkan adalah mereka bisa selalu menghibur kita. Meskipun terkadang bisa juga kita dibuat kesal. Saya sangat senang jika melihat anak yang kritis, berprestasi, dan selalu memiliki rasa keingintahuan yang besar. Saya suka jika anak banyak bertanya. Bahkan ini ikut mengasah otak saya, untuk berpikir lebih keras lagi.

Menjadi guru adalah pekerjaan mulia, karena kita bisa memajukan bangsa dan negara melalui ilmu yang kita berikan. Bahkan sekarang banyak anak yang tidak mampu untuk bersekolah. Terbersit cita-cita untuk mendirikan suatu yayasan sekolah khusus untuk anak-anak yang tidak mampu, namun bisa memiliki prestasi yang luar biasa dan juga bisa sukses dunia dan akhiratnya.

Membutuhkan motivasi dan semangat yang sangat besar untuk mewujudkan semua cita-cita. Setidaknya bisa membuktikan pada diri sendiri, bahwa kita bisa meraihnya. Tidak hanya jadi biasa, tapi harus menjadi luar biasa… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s