Impian itu masih ada

Kata galau belakangan ini sering kita dengar, yang rasanya hampir menjadi trendwords di tahun ini.

Sedikit bosan sebenarnya mendengarnya. Tapi bukankah inilah yang sering kita hadapi dalam kehidupan saat kita harus memutuskan sesuatu. Jawabannya tentunya dengan meminta petunjuk Allah. Teringat pembicaraan dengan seseorang belakangan ini. Yang baru-baru ini agaknya sering memberi nasehat dan dalil-dalilnya pada saya. Dan tiba-tiba, “jleb” saya cukup terketuk untuk lebih mendalami ilmu agama saya. Yah seringkali kita termotivasi untuk belajar ketika ada seseorang yang lebih dari kita. Bukan, bukan bermaksud untuk bersaing. Tapi berlomba-lomba dalam kebaikan bukankah itu hal yang sangat baik. Fastabiqul khoirot… Alhamdulillah jazakumullahu khoiro, saya dikelilingi orang-orang yang begitu hebat dikeliling saya.

Yah impian itu…. Ternyata kembali lagi di benak saya.

Membayangkan, moment-moment yang bagi saya sangat indah dan tak terlupakan. Adalah ketika perjalanan spiritual saya ke kediri. Perjalanan yang sangat menyentuh hati saya. Dari mulai perjuangan untuk berangkatnya itu lho yang penuh perjuangan dan air mata banget. Hampir ga jadi berangkat dan mendadak jadi ga mood. Tapi ada satu tekad yang membuat saya kuat yaitu IMPIAN. Yang tiba-tiba membuatku bangkit, dan ada satu teriakan disana. “Aku mendukungmu.”

Dengan badan yang sangat lelah setelah seharian beraktivitas. Akhirnya saya putuskan untuk berangkat. Dengan meminta restu dari mama tercinta. Dan alhamdulillah saya mendapat kepercayaan… Jujur saja sangat berat langkah saya waktu itu…

Bla bla bla….

Akhirnya kami naik kereta. Orang yg pertama saya kenal adalah maulida. Sosok yang saya kenal dari suatu acara. Yang akhirnya qodar mempertemukan kami kembali untuk mengenal lebih dekat. Dan di atas kereta pula, saya berkenalan dengan Nia, Septi (Epin), dan Hanna….

Awalnya saya agak sedikit canggung. Tapi ada sesuatu yang ternyata kami memiliki suatu keterkaitan. Hal yang bisa menjadi topik pembicaraan kami.

Maulida, yang saya kenal satu daerah dengan saya. Dan kami juga pernah mengikuti suatu acara yang membuat kami cocok dan memiliki banyak topik pembicaraan, dan satu lagi ia juga pernah aktif di FKMI. Dan saya cukup mengenal orang-orang disana, meskipun tidak banyak. Oke, dan kami cukup nyambung untuk membicarakan banyak hal. Termasuk pengalamannya menjadi seorang MT dan pernah menjadi santri di pondok pesantren.

Nia dan Septi, yang ternyata masih sangat muda. Hmm, berasa menjadi kakak mereka rasanya. Mereka itu imut dan lucu. Dan ternyata kami pernah satu desa dulunya sebelum saya di Ciputat, tapi anehnya saya belum mengenalnya. Eh, alhamdulillah kami dipertemukan. Finally kami memang nyambung. Ditambah lagi Nia juga anak JOSOL, yang saya juga sedikit mengenal anak-anak JOSOL.

Dan terakhir adalah Hanna. Hmm, rasanya memang keterkaitan kami hanya sedikit. Saya mengenalnya dari facebook. Dan ga disangka-sangka kita bisa dipertemukan di dunia nyata. Wew, dunia sempit ya ternyata. Yah, saat itu dia cukup eksis ternyata muncul di sebuah group. hehe…. Dan dia pun juga anak FKMI.

Oya kami juga diantar dengan bapaknya Nia ini. Yang notabene bertanggung jawab untuk perjalanan kami. Setidaknya membuat orangtua kami semua merasa tenang, karena ada yang mengantar.

Setelah perjalanan yang melelahkan selama 24 jam, akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. Bagaikan mimpi rasanya berada di dunia Kediri…. Moment yang saya dan teman-teman nantikan. Bayangkan saja, saya sudah memimpikan ini sejak setahun yang lalu. Bisa mewujudkan impian itu rasanya bagaikan terbang ke awan yang putih dan sampai di taman bunga yang sangat indah, dan ada sungai-sungai yang mengalir. fyuuuh… Ga bisa digambarin pake kata-kata….

Dan sesuatu yang lebih dinantikan lagi adalah bisa melihat sebuah menara yang sangat tinggi. Impian kami adalah bisa menaiki menara itu sampai ke puncaknya. Dan kami berhasil…. Yeaahh… Menara asmaulhusna, hal pertama yang kami lihat sebelum kami sampai ke pondok pesantren.

Dengan wajah yang cape tapi sumringah ini, kami disambut dengan petugas-petugas disana. Yang bersedia membawakan tas-tas kami yang cukup berat. Alhamdulillaahhh…. Bagaikan tamu agung rasanya.

Kami pun ditempatkan di kamar tamu. Dan masih ga nyangka, berada di tempat ini. Pengen ditampar deh biar sadar. #plak

Melihat para santri yang penuh dengan tata krama dan sopan santun, jauh ya dengan dunia Jakarta yang begitu metropolis. Yang pergaulan muda-mudinya rasanya penuh dengan gemerlap dan lika-liku. Tapi disini adalah sekumpulan orang-orang yang mau berjuang mencari ilmu untuk agamanya. (menelusuk di hati, tiba-tiba sangat rindu)

Sepertinya cerita ini akan sangat panjang, jika saya ceritakan lebih detailnya. Yang jelas di sana kami mulai terbiasa dengan kehidupan di pondok yang menuntut kedisiplinan, ketaatan, kesopanan, kerajinan, religius, bahkan sampai kelaparan. Yah kami juga belajar hidup yang sangat hemat di sana. Merasakan jauh dari orang tua itu ya seperti ini. Tapi kami juga tidak perlu khawatir, karena makanan disana sangat murah harganya, berbeda jauh dengan Jakarta. Kegiatan kami disana bangun sahur, sholat malam, sholat subuh, ngaji. Lalu dilanjut ngaji lagi, sampai waktu dzuhur. Dan ini adalah saat-saat istirahat yang begitu berharga bagi kami. Karena akan dilanjutkan mengaji lagi sampai ashar. Persiapan berbuka. Dan malamnya baru dilanjutkan mengaji lagi. Yah dan begitu seterusnya hari-hari kami. Meskipun sedikit lelah dan mengantuk, tapi ada rasa ketenangan dan kenyamanan yang merasuk di hati. Rasanya damai dan subhanallah banget…. Alhamdulillah mendapat banyak ilmu. Semakin banyak ilmu yang kita dapat, rasanya semakin sadar bahwa semakin miskin ilmu yang saya miliki. Semakin banyak hal yang belum saya ketahui, semakin banyak hal yang harus dipelajari.

Selain itu, pengalaman yang begitu berharga kami dapatkan. Bahwa pertolongan nyata dari Allah itu slalu ada. Dan punya saudara dimana-mana itu rasanya syai’in banget, guys. Waktu-waktu yang kita lewatkan di kediri tentu saja tidak kita sia-siakan untuk jalan-jalan. Hmm, bisa dibilang sambil menyelam minum air. Sambil belajar, kita mencari pengalaman dan jalan-jalan. Kami sempat mampir ke gading dan malang. Tapi saya tidak ikut ke malang ketika itu. Di gading kami menikmati Mesjid yang Subhanallah lho saudara-saudara…. Disana tuh indah banget mesjidnya. Semua terbuat dari marmer. Bangunannya megah. Pokoknya oke banget b.g.t deh…. Maaf ya norak, maklum baru pertama kali.

Dan sepulangnya kami dari sana, yah lumayan agak nyasar-nyasar sedikit. Tapi inilah yang membuat kami sangat bersyukur. Kami menemukan saudara-saudara dimana-mana. Dan kami tidak khawatir nyasar atau jadi anak ilang disana. Karena kami punya banyak saudara-saudara seiman di setiap tempat. Yah tambah lagilah kenalan saudara seiman kami.

Sesuatu yang sangat penting yang saya pelajari adalah kesabaran ketika kita menghadapi berbagai macam jenis orang, dan sedikit cobaan-cobaan kecil, pengorbanan dalam pembelaan agama, hidup hemat dan sederhana, menjaga diri dan pandangan karena ternyata banyak pula godaan disana, berteman dan bersahabat, belajar hidup displin, toat, dan banyak deh pokoknya.

Ya Allah…. maafkan jika selama ini saya begitu asyik dengan duniawi. Mencari banyak ilmu dunia dan materi. Tapi ilmu akhirat, baru sedikit saya mengenalnya.

Dan saat ini, tiba-tiba saya ingin menangisi segala yang pernah dilewati. Sedikit menyesal, kenapa tidak sejak dulu saya belajar di pondok pesantren. Mumpung masih muda, masih ada waktu sempat, masih banyak waktu untuk belajar. Tapi bukankah belajar itu bisa kapan saja dan dimana saja. Seharusnya sekarang pun saya masih menyempat-nyempatkan diri untuk belajar, menyempat-nyempatkan diri untuk mencari ilmu. Meskipun rasanya berbeda seperti berada di pondok pesantren… Tapi bagaimanapun keadaannya, dimanapun dan kapanpun, harus tetap berjuang untuk mencari ilmu dan menyebarkannya…… Entah apakah sisa umurku ini masih sempat untuk mengejar semua ilmu-ilmu itu. Ilmu Al-Quran dan hadits.

Yah tiba-tiba impian itu pun muncul lagi. Ingin bisa memberikan mahkota untuk orangtua tercinta ketika berada di surga nanti…. Ya Allah, ingin lagi rasanya aku merasakan moment yang sangat berharga itu. Saat yang bagi saya terasa begitu menyentuh kalbu. Saat dimana merasa sangat dekat denganmu, merasa keimanan terjaga. Benar-benar sangat merindukan semua itu. Kediri dan seisinya…. Love all about u…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s