Hati-hati dengan prasangka

Hmm, hmm, hmm

Lagi pengen nulis aja sih sebenernya… Kenapa ya memang sedang banyak inspirasi saja di otak saya.

Oke, saya cuma ingin menekankan yang namanya prasangka. Manusia itu terkadang terlalu banyak berprasangka. Hati-hati loh sama yang namanya prasangka. Apalagi sama prasangka buruk…. Astaghfirullah ngeri banget kalo kita sudah berprasangka buruk sama seseorang. Prasangka manusia terkadang bisa dihias-hiasi oleh syetan. Naudzubillah….

Bisa-bisa kita kena hukum had… Bisa kena cambuk loh. Banyak banget dalil yang menyebutkan pada waktu zaman Rasulullah. Ada seseorang yang menuduh atau memfitnah istri Rasulullah yaitu Aisyah berzina dengan seseorang. Padahal dia tidak punya saksi. Dan Aisyah adalah wanita yang sholehah. Yang namanya tuduhan itu baru dikatakan benar jika ada 4 orang saksi. Maka kemudian ia terkena hukum cambuk 80 kali cambukan. Padahal itu hanya karena prasangkanya dia.

Teruz sekali lagi kita menuduh apa yang ada di hatinya manusia. Emang kita tahu apa yang ada dihatinya manusia?? Emang kita tahu seberapa paham seseorang sama agamanya? Apa kita tahu seberapa dekat seseorang sama sang PenciptaNya? Cuma Allah khan yang tahu.

Jangan sampai kita terus menerus berprasangka yang buruk sama seseorang. Apalagi kemarin juga saya habis mangkulan dari kitab ahkam. Bahwa sebagai seorang juru hakim tidak boleh su’udzon dan atau mencari-cari kesalahan pada ru’yahnya. Kecuali kalau memang sudah jelas-jelas ru’yahnya itu salah. Yang jelas selidikilah dulu dengan fakta-fakta dan bukti-buktinya dengan benar.

Kasihan khan kalau ternyata apa yang kita prasangkakan itu ga bener. Masya Allah…. Itu sama saja kita mendzolimi orang lain.

Kalau misalkan saya jadi pihak yang diprasangkai, alhamdulillah saya malah seneng, bahagia. Karena dosa saya jadi berkurang dan pahala saya bertambah. Alhamdulillah yah. Dan doa saya pun insyaAllah diijabah sama Allah.

Bersyukur ya, Allah slalu punya hal-hal yang baik untuk umatNya yang beriman. Apapun yang terjadi mencari ilmu di jalan Allah itu tetap nomor satu. Mau kita diprasangkai, disu’udzonin, yang penting niat kita tetep karena Allah. Mau dicurigain kaya gimana juga…. Hati kita cuma Allah yang tahu. Cuma Allah yang tahu seberapa kepahaman agama kita. Makanya kita juga ga boleh sembarangan menilai seseorang… Ihh ga paham banget sih dia. Udah berapa lama sih ngaji, dan lain sebagainya.

Sebagai orang iman bukankah kita diajarkan untuk slalu khusnudzon kepada Allah. Dan khusnudzon juga pada sesama makhlukNya. Coba deh kalau kita berpikir negatif, maka hawa yang akan berpengaruh di sekeliling kita ya bawaannya negatif terus. Karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Kalau kamu berpikiran positif maka itulah cerminan diri kamu. Itulah kamu, seseorang yang slalu optimis dan positif thinking. Bahagia banget kalo kita slalu berpikir positif…… Itu tandanya kita slalu bersyukur.

Oke, yang jelas kita mesti slalu bersyukur dan khusnudzon. Karena ngeri banget kalo kita udah su’udzon sama orang, pasti bawaannya ga tenang. Kalau kita diberi cobaan sama Allah itu tandanya Allah sayang banget sama kita dan Allah akan mengangkat derajat kita. aamiin ya Allah.

Sekali lagi tetap mencari ilmu dimanapun kita berada, bagaimanapun keadaannya, dan kapanpun kita sempatkan. Semangat semangat…. Terkadang kita perlu tutup mata, tutup telinga untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat, asal jangan menutup pintu hati kita.

Karena kita akan terus mencoba untuk berkhusnudzon apapun yang terjadi di sekeliling kita. Dengan selalu memohon petunjuk pada Allah. :))

One thought on “Hati-hati dengan prasangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s