Believe to Allah…

Percaya sama Allah merupakan rukun iman yang pertama.

Yang tentunya sebagai orang islam adalah hal pertama yang wajib kita lakukan. Eh ga cuma wajib kita laksanakan, tapi juga wajib percaya di dalam hati, dalam lisan, dan dalam perbuatan.

Kali ini saya ingin membicarakan sama yang namanya qodar. Hati saya baru saja terenyuh, terketuk, tersentuh, ter ter ter deh pokoknya…..

Rasanya saya seperti ditegur sama Allah. Kok kayanya saya sombong banget kalau saya harus mendahului qodar Allah. Siapa sih saya? Saya cuma manusia yang ga berdaya, yang lemah, yang dhoif, yang punya banyak salah, yang punya dosa. Terus apa kuasa saya??

Padahal rasa-rasanya dulu saya selalu berpegang pada prinsip. Percaya lho sama qodar Allah. Percayalah sama Allah, bukan sama seseorang atau orang lain. Ini loh qodar Allah yang diberikan untuk kita. Percaya deh, rasanya itu penuh syukur dan bahagia banget kalau kita percaya sama qodar Allah. Jangan percaya sama saya tapinya. :p

Ini maklum otaknya lagi bener. *loh emang biasanya ga bener? eheheh…..

Ya maklum namanya manusia kadang banyak khilafnya. Padahal Allah udah sering banget negur kita, ngingetin kita. Tapi kadang kitanya aja yang susah ngerti, bandel, bebel. Tetep maksain kehendak. Emang kita siapa…..??? Inget, Allah itu Maha Berkehendak lho.

Tapi Alhamdulillah bersyukur banget ya kita, bahwa ternyata Allah juga Maha Pemaaf. Tanpa kita minta maaf pun Allah udah maafin n ga bosen-bosen ngingetin kita. Itu tandanya Allah sayang banget sama kita. Allah masih pengen kita berada dijalur keimanan. Coba kalo Allah ngebiarin kita, mau kita nakal, bandel, keluar dari jalur. Tapi Allah ngebiarin kita gitu aja. Ihhhh ngeri banget itu mah. Naudzubillahimindzalik……

Berarti selama kita banyak dikasih cobaan n ngingetin kita, itu tandanya Allah menegur kita untuk tetap pada jalur yang lurus yang insyaAllah akan menuju surgaNya. aamiin.  Alhamdulillah ya, sesuatu banget buat kita.🙂

Memang hidup itu indah banget kok kalo kita selalu berpegang teguh pada Quran n Hadits.

Allah itu yang Maha Menentukan Segalanya. Bahkan sejak 50.000 tahun yang lalu, Allah sudah merencanakan semuanya dan tertulis dalam kitab lauhul mahfudz. Lalu apa kuasa kita untuk merubah yang sudah tertulis? Bukankah rezeki, jodoh, dan kematian itu adalah kuasa Allah.

Manusia itu ya hanya perantaranya saja. Kalau memang qodar Allah menentukan, ya insyaAllah jalannya jadi lancar dan mudah-mudah saja. Tapi kalo Allah ga mengqodarkan mau dipaksa bagaimanapun juga sulit. Dan masih ingat khan sama rumus jitu menuju kebarokahan itu, dengan niat yang baik, jalan dan caranya baik, ya mudah-mudahan hasilnya juga baik.

Kita ga berhak menentukan saya mau mati umur segini pokoknya, saat saya udah bisa ngeliat cucu-cucu. Saat saya bisa ngeliat keluarga saya bahagia semuanya. Tapi semua itu kembali lagi ya sama Allah. Kalo kita diqodar mati umur 60 misalnya. Ya memang begitu yang akan terjadi.

Atau jodoh. Pokoknya saya mau jodoh yang begini, begini, dan begini. Masih inget khan jodohnya laki-laki itu berasal dari tulang rusuknya sendiri. Jadi ga mungkin salah lho yang sudah dipilihkan oleh Allah untuk kita. Soooo kenapa kita mesti berpusing-pusing ria… Dia jodoh saya atau bukan ya? Saya mau dia jodoh saya pokoknya, titik ga pake koma jebret. haha. Lucu ya kalo dipikir-pikir tingkah manusia itu.

Yang kita bisa lakukan adalah berdoa, berdoa yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Berdoa kita bisa mendapatkan rezeki dan jodoh yang terbaik, yang barokah. Dan dimatikan dalam keadaan khusnul khotimah dan mati sahid. Dalam keadaan beriman. Adapun tambahan dan kriterianya boleh kita tambahkan dalam doa. Lalu serahkanlah smua kepada Allah, yang akan menyeleksinya untuk kita. Allah yang akan berkehendak dan bekerja dengan tanganNya. Allah yang akan menentukan. Kita manusia kalau bisa menerima dengan penuh rasa ikhlas dan syukur, maka akan terasa penuh dengan kenikmatan. Sungguh memang nikmat iman yang paling nikmat deh pokoknya. Karena dengan nikmat iman, hati kita rasanya sejuk, damai, tenteram, dan tenang. Hidup selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.

Tapi terkadang manusia memang seringkali menyalahgunakan kehendak Allah. Ingat, yang terbaik menurut kita itu belum tentu baik pada akhirnya. Karena hanya Allah yang tahu yang terbaik untuk kita. Allah yang tahu apa yang kita butuhkan.

Oh iya belakangan ini, habis dapet sebuah sms yang ternyata memang pas banget dengan yang saya butuhkan. Kenapa ya begitu banyak yang perhatian ternyata…. Meskipun saya tidak pernah cerita. hohoho. Ajaib khan. Allah memang slalu tahu apa yang hambaNya butuhkan.

Jika semua yang kita inginkan harus kita miliki

Lantas darimana kita bisa belajar ikhlas

Jika semua yang kita mau harus terpenuhi

Lantas darimana kita bisa belajar sabar

Jika doa kita harus langsung dikabulkan

Bagaimana kita bisa memaksimalkan ikhtiar

Jika kehidupan kita selalu bahagia

Darimana kita bisa mengenal Allah lebih dekat

Segala ketentuanNya adalah yang terbaik walau terkadang yang terbaik tak selalu yang terindah

Tadinya sih saya suka ga ngeh, kalo ada sms yang masuk ke hp saya. Tapi setelah dibaca, eh ternyata emang pas.

Sekali lagi, kita sebagai hamba Allah ya banyaklah berdoa, mendekatkan diri sama Allah. Banyak beribadah pada Allah. Curhat, menangis, merengeklah pada Allah. Dan tentunya tetap ikhtiar. Rasanya itu legaaaaaaaaa banget…. \(^_^)/

One thought on “Believe to Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s