Cinta Pertama dan Terakhir

Ini bisa jadi tentang lagu Sherina yang berjudul,”Cinta pertama dan terakhir”, tapi bisa jadi tulisan ini juga tidak begitu sama dengan senandung milik Sherina tersebut. Ah kenapa pula saya tiba-tiba ingin menulis tentang cinta pertama dan cinta terakhir?? :p

Sebelum saya mengambil cerita yang merupakan gagasan judul tulisan ini, mari sejenak membaca kesoktahuan saya akan definisi cinta pertama maupun cinta terakhir. Sederhana saja, menurut saya, untuk mendefinisikan secara harfiah arti dari cinta pertama dan cinta terakhir. Cinta pertama adalah seseorang yang berhasil menuai benih cinta pertama didalam hatimu. Dan seseorang itu yang berhasil mengajarkan arti, menanamkan perasaan, menjabarkan makna cinta dengan cara yang tak terduga atau sebaliknya, dengan cara sederhana sekalipun. Ia, cinta pertama yang membisikkan ke dalam hati kita, perasaan yang beragam yang rahimnya adalah sebentuk cinta yang diberikan oleh orang tersebut.

Ahahaha, kenapa pada akhirnya saya terkikik senyamsenyum? :-D Karena definisi yang saya buat itu memang benar-benar sok tahu. Apalah saya ini, yang belum begitu mengerti tentang arti dari benar-benar suatu perasaan cinta. Karena saya sering mendengar dari cerita-cerita orang lain, dari definisi-definisi buku yang pernah saya baca, dan dari orang-orang yang pernah merasakannya.

Lalu, cinta terakhir. Cinta terakhir, menurut saya, adalah seseorang yang menggenggam cinta kita dimasa kita lanjut usia. Ia yang membersamai kita dalam mereguk cinta dalam kehidupan, hingga usia kita dunia ini habis. Kalau saya merujuk pada pengertian seperti itu, maka mustahil bila kita memiliki cinta terakhir bila kita masih hidup. Karena pasangan kita saat ini (saat kita masih hidup dan lapang) bisa jadi bukanlah pasangan yang mendampingi kita saat napas terakhir kita berembus. Bukankah Allah memiliki rencana-Nya?

Bila seseorang telah menyematkan sebutan cinta terakhir pada seseorang, berarti ia memutus kemungkinan dirinya untuk mendapatkan cinta yang lain lagi, cinta yang berikutnya. Nah, itulah yang tersirat dari lagu Sherina bukan? Seolah menyematkan cinta pertama dan cinta terakhir pada satu orang. Hanya menimbulkan persepsi bahwa seusai cinta (pertama dan terakhir- yang dengan bangga ia umumkan itu) telah tiada, maka kesudahan hidupnya adalah kehampaan. Nah lho? Benar-benar ngga baik buat kesehatan (halah) :-p

Back to the source, cinta pertama bagi Rasulullah adalah Khadijah. Umum kita ketahui, bahwa At Thahirah nan anggun itu, yang menyematkan kepercayaan penuh pada Muhammad sang kekasih dan menjadi genggam tangan yang kuat saat sang kekasih ditimpa kedukaan yang selangseling berdatangan sepanjang perjuangannya. Cinta pertama Rasulullah, yang adalah Khadijah, cukuplah buat kita mengerti apa itu cinta pertama. Meski setiap dari kita bisa memiliki bentukan kisah cinta yang berbeda dan bisa memiliki simpulan yang berbeda akan cinta pertama itu sendiri. Semoga kita dianugerahiNya cinta yang benar.

Tentang cinta terakhir, saya berpendapat bahwa cinta terakhir Rasulullah adalah ‘Aisyah. Buktinya cukup dengan sirah yang menyebutkan bahwa Muhammad sang kekasih wafat dipangkuan ‘Aisyah. Di akhir kehidupannya, ‘Aisyah adalah cinta terakhir yang dia pilih untuk terus digenggam.

Kalian tahu, apa yang membuat saya menuliskan tulisan macam ini. Adalah sebait perasaan cemburu ‘Aisyah yang mengetahui bahwa Khadijah adalah cinta pertama Rasulullah dan tidak ada yang bisa ia minta lagi kecuali menjadi cinta terakhir sang kekasih, Muhammad.

Alangkah bahagianya bila kita bisa mendapatkan cinta pertama dan terakhir.Tentu saja cinta itu terbalut dalam ikatan suci pernikahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s